Danantara Memulai Groundbreaking Proyek PSEL Rp3 Triliun di Bali

Rabu, 08 Juli 2026 | 20:58:31 WIB
Danantara Targetkan PSEL Bali Rp3 Triliun Beroperasi Akhir 2027 [FOTO: NET].

JAKARTA - Danantara Indonesia resmi melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) konstruksi fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Denpasar, Bali pada Rabu (8/7/2026).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani menguraikan bahwa proyek PSEL Bali ini berstatus selaku megaproyek PSEL perdana Danantara di Indonesia yang nilai anggarannya menyentuh Rp3 triliun. 

Lebih lanjut, agenda pengerjaan proyek ini ditargetkan sanggup rampung pada Oktober 2027 dan siap dikomersialkan pada Desember 2027.

Rosan memaparkan bahwa persiapan pembangunan PSEL ini telah menempuh proses yang panjang serta akuntabel. 

Sebelum menetapkan pihak mitra kerja, Danantara terlebih dahulu melangsungkan studi komparasi ke sejumlah negara yang telah mengimplementasikan teknologi PSEL tersebut, seperti China dan beberapa kawasan lainnya. 

Menurut dia, sistem teknologi yang bakal dioperasikan di PSEL Bali ini sudah diadopsi oleh 50 negara.

"Proses yang kami lakukan sangat penuh kehati-hatian, dengan transaparansi, akuntabilitas yang tinggi, kami melihat wiming merupakan patnet terbaik untuk PSEL Bali, dan saya yakini bisa selesai pada akhir 2027," jelas Rosan, Rabu (8/7/2026).

CIO Danantara, Pandu Sjahrir menerangkan andaikata telah berfungsi penuh, PSEL Bali tidak melulu sanggup mengurai 40% dari total akumulasi timbulan sampah di Bali, melainkan juga berpotensi mereduksi emisi karbon hingga sebesar 640.000 ton Co2 setiap tahunnya.

"Selain itu listrik yang dihasilkan bisa menyuplai listrik untuk 100.000 rumah tangga dan membuka banyak lapangan kerja," jelas Pandu.

Infrastruktur PSEL Bali didirikan di atas hamparan lahan seluas 6 hektare yang pada mulanya merupakan aset kepunyaan PT Pelindo. Proses pematangan lahan tersebut dieksekusi oleh pihak Pemkab Badung menggunakan alokasi anggaran senilai Rp35 miIiar.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menguraikan bahwa agenda proyek PSEL merupakan instruksi langsung dari Presiden demi menuntaskan polemik sampah di Bali. Danantara dimandatkan untuk mengintervensi wilayah-wilayah yang kondisi penumpukan sampahnya telah masuk dalam kategori darurat layaknya Bali.

Berdasarkan penuturan Zulhas, Presiden menaruh perhatian yang sangat tinggi terhadap problem sampah di Bali lantaran Bali menyandang status selaku destinasi pariwisata kancah dunia. Oleh sebab itu, fasilitas PSEL ini diprioritaskan untuk pertama kali dilakukan groundbreaking di Bali.

"Kami juga melakukan deregulasi banyak aturan yang menghambat penanganan sampah. Bayangkan dalam 11 tahun hanya 2 izin penanganan sampah yang keluar karena rumitnya izin tersebut," jelas Zulhas.

Terkini