Awal Pekan: Rupiah Lesu ke Rp17.997 per Dolar AS, IHSG Sukses Rebound

Senin, 06 Juli 2026 | 00:18:31 WIB
Rupiah Dibuka Melemah Jadi Rp17.997, Namun IHSG Melaju ke Zona Hijau [FOTO: NET].

JAKARTA - Nilai tukar mata uang rupiah di pasar spot terpantau dibuka lunglai pada pembukaan perdagangan Senin (6/7/2026). Rupiah terdepresiasi sebesar 0,19 persen menuju level Rp 17.997 per dollar Amerika Serikat (AS).

Sebagian besar mata uang di regional Asia turut bertekuk lutut terhadap dollar AS. Sampai dengan pukul 09.00 WIB, dollar Taiwan membukukan koreksi paling dalam usai ambles 0,29 persen. Kondisi tersebut dibayangi oleh yen Jepang yang ikut tertekan sebesar 0,29 persen.

Berikutnya, won Korea Selatan terpangkas 0,22 persen, sementara peso Filipina melemah sebesar 0,14 persen. Pada kurun waktu yang sama, ringgit Malaysia bersama yuan China kompak terdepresiasi masing-masing sebesar 0,09 persen. 

Di sudut lain, dollar Singapura menyusut 0,05 persen dan baht Thailand merangkak naik 0,02 persen. Dollar Hong Kong menorehkan pelemahan paling minim, yaitu di angka 0,003 persen terhadap keperkasaan dollar AS.

Pada arah yang berlawanan, grafik Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melesat naik di awal perdagangan hari Senin. Hingga pukul 09.40 WIB, posisi indeks menanjak 40,824 poin atau setara 0,69 persen menuju area 5.916,605.

Semenjak lonceng pembukaan pasar berbunyi, IHSG konsisten melaju di zona hijau setelah dibuka pada level 5.893,281. Indeks saham gabungan kemudian sempat merayap hingga menyentuh angka tertinggi di level 5.935,683, sebelum akhirnya bergerak stabil pada koridor 5.915-5.920. Sementara itu, untuk posisi paling rendah tercatat bertengger di level 5.864,076.

Laju penguatan IHSG disokong penuh oleh dominasi jajaran saham yang bergerak positif. Tercatat sebanyak 392 saham sukses parkir di zona hijau, 135 saham bergerak melemah, dan 196 saham lainnya terpantau jalan di tempat atau stagnan. 

Ditinjau dari aspek aktivitas pasar, volume transaksi niaga menyentuh 4,852 miliar lembar saham dengan akumulasi nilai transaksi mencapai Rp 2,151 triliun. Adapun tingkat frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 393.676 kali transaksi.

Terkini