Fase Kepulangan, Petugas Pastikan Jemaah Lansia Fit to Flight

Jumat, 19 Juni 2026 | 18:41:01 WIB
Jamaah Haji.

MADINAH - Pasca selesainya puncak ibadah haji, fokus pelayanan petugas terhadap jemaah lansia dan penyandang disabilitas beralih.

Jika sebelumnya fokus pada kelancaran ibadah, pada fase kepulangan ini perhatian utama diarahkan agar jemaah tetap sehat hingga tiba di Tanah Air.

Konsep ini dikenal sebagai fit to flight, yakni memastikan jemaah layak terbang sesuai jadwal kepulangan tanpa perlu penanganan medis darurat di saat terakhir.

Koordinator Layanan Lansia dan Disabilitas Sektor 3 Daker Madinah, Dicky Azis Gunawan, menjelaskan bahwa pola pelayanan pada gelombang kedua memang berbeda dengan fase awal.

“Gelombang kedua, fokus kami adalah menjadikan jamaah haji fit to flight. Artinya sehat dalam keadaan pulang nanti ke tanah air, menghindari adanya tanazul akhir dari jamaah atau risiko tertinggal dari kloter,” ujar Dicky di Madinah, Kamis (18/6/2026).

Guna mencapainya, petugas kini lebih proaktif dengan melakukan visitasi langsung ke hotel-hotel tempat jemaah menginap.

Setiap harinya, petugas menargetkan kunjungan kepada 20 hingga 30 jemaah untuk memantau kondisi fisik mereka.

Dicky menjelaskan bahwa koordinasi dengan ketua kloter dan tenaga kesehatan terus diperketat sejak jemaah tiba di Madinah dari Makkah. Jika ditemukan indikasi masalah kesehatan, penanganan medis segera dilakukan melalui dokter kloter.

Demikian pula bagi jemaah yang memerlukan bantuan ibadah, petugas berkoordinasi dengan pembimbing ibadah agar kebutuhannya terpenuhi.

"Kami ingin memastikan lima hingga delapan hari terakhir jemaah di Madinah menjadi momentum yang berkesan. Ibadahnya maksimal, kesehatannya juga terjaga, dan mereka bisa pulang ke Indonesia dalam kondisi sehat," tambahnya.

Secara umum, kondisi kesehatan jemaah gelombang kedua yang tiba di Madinah dinilai lebih stabil karena penanganan risiko tinggi telah dilakukan sejak di Makkah.

Terkini