Menteri Investasi Rosan Roeslani Fokus Datangkan Investasi Berkualitas

Senin, 15 Juni 2026 | 22:40:31 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani.

JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menegaskan bahwa pemerintah kini tidak sekadar mengejar nominal investasi, melainkan memprioritaskan kualitas penanaman modal yang memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional maupun daerah.

"Strategi investasi kami tidak hanya semata-mata mengejar nominal, tapi juga menargetkan bagaimana investasi yang masuk adalah investasi yang berkualitas, sekaligus memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi," ujar Rosan dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Pemerintah sendiri telah menetapkan target investasi periode 2025-2029 sebesar Rp13.032,8 triliun guna mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. 

Nilai tersebut melonjak 143 persen dibandingkan realisasi investasi dalam satu dekade terakhir.

BKPM mencatat realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp498,8 triliun, tumbuh 7,2 persen secara tahunan (year-on-year). 

Capaian ini telah memenuhi 24,4 persen dari target investasi sepanjang tahun 2026 dan berhasil menyerap sekitar 700 ribu tenaga kerja langsung, naik 18,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dari total realisasi tersebut, PMDN menyumbang Rp248,8 triliun (49,9 persen), sementara PMA menyumbang Rp250 triliun (50,1 persen). 

Sektor-sektor utama penyumbang investasi meliputi industri logam dasar, pertambangan, perumahan, serta transportasi dan telekomunikasi. 

Investasi berbasis sumber daya alam juga menunjukkan tren kuat dengan kontribusi mencapai Rp147,5 triliun.

Ke depan, Rosan menyatakan pihaknya akan terus mendorong investasi pada komoditas strategis bernilai tambah tinggi, seperti semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, serta hilirisasi berbasis rumput laut untuk memperkuat struktur ekonomi nasional.

Terkini