Presiden Prabowo Ajak Jerman Garap Mineral Kritis dan Tanah Jarang

Senin, 15 Juni 2026 | 17:54:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto.

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengajak pihak Jerman untuk memperbesar jangkauan investasi di beragam sektor strategis Indonesia, termasuk pengolahan mineral kritis serta tanah jarang yang berperan vital bagi industri teknologi maupun transisi energi dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan keterangan bersama Presiden Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Senin. 

Menurut Presiden Prabowo, kedua negara memiliki potensi besar guna mempererat kemitraan investasi dalam bidang-bidang masa depan yang menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

"Kami juga mengundang Jerman untuk ikut serta dalam rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang, juga dalam pengembangan infrastruktur kami," ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo memaparkan bahwa peluang investasi tersedia luas dalam bidang transisi energi, hilirisasi industri, serta pengembangan sektor kendaraan listrik yang kini menjadi prioritas pemerintah.

Di samping itu, pemerintah Indonesia turut mendorong kolaborasi dalam pengembangan industri semikonduktor demi memperkokoh kemampuan manufaktur teknologi dalam negeri.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia berkeinginan melibatkan mitra strategis seperti Jerman dalam membangun rantai pasok industri berbasis sumber daya alam yang bernilai tambah tinggi.

"Indonesia juga mengundang pihak Jerman untuk memperluas investasi di sektor-sektor yang penting di Indonesia," kata Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo meyakini keterlibatan Jerman dalam sektor-sektor tersebut mampu memperkuat upaya Indonesia dalam mempercepat transformasi ekonomi, menaikkan nilai tambah sumber daya alam, serta mendukung target pengembangan energi bersih dan industri berteknologi tinggi.

Terkini