Update Harian Harga Sembako di Jawa Timur: Cabai, Telur, dan Daging Ayam Turun Signifikan

Selasa, 07 April 2026 | 11:07:05 WIB
Update Harian Harga Sembako di Jawa Timur: Cabai, Telur, dan Daging Ayam Turun Signifikan

JAKARTA - Fluktuasi harga sembako di Jawa Timur masih terus terjadi, membuat masyarakat harus jeli memantau setiap perubahan. Hari ini, beberapa komoditas seperti cabai keriting, cabai besar, cabai rawit, telur ayam ras, telur ayam kampung, daging ayam ras, dan daging ayam kampung mengalami penurunan.

Memperhatikan harga sembako setiap hari bukan hanya soal belanja, tapi juga strategi agar pengeluaran rumah tangga tetap terkendali. Informasi ini membantu masyarakat menyesuaikan kebutuhan dapur di tengah situasi harga yang tak menentu.

Daftar Sembako dan Harga Terbaru di Jawa Timur

Sembako merupakan singkatan dari sembilan bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari. Bahan pokok ini meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah, bawang putih, garam, serta gas elpiji dan minyak tanah.

Selain sembilan bahan pokok tersebut, cabai juga menjadi bahan penting di dapur. Berikut harga rata-rata sembako di Jawa Timur, Selasa 7 April 2026, berdasarkan sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo).

Beras premium dijual Rp 14.822/kg, beras medium Rp 12.951/kg.
Gula kristal putih Rp 17.247/kg, minyak goreng curah Rp 19.745/kg, dan minyak goreng kemasan premium Rp 20.769/liter.

Daging sapi paha belakang Rp 123.025/kg, daging ayam ras Rp 36.516/kg, daging ayam kampung Rp 69.598/kg.
Telur ayam ras Rp 27.736/kg, telur ayam kampung Rp 46.011/kg.

Susu kental manis merek Bendera Rp 12.439/370 gr, Indomilk Rp 12.385/370 gr.
Susu bubuk merek Bendera Rp 41.676/400 gr, Indomilk Rp 40.600/400 gr.

Garam bata Rp 2.054, garam halus Rp 9.342/kg.
Cabai merah keriting Rp 32.221/kg, cabai merah besar Rp 31.301/kg, cabai rawit merah Rp 66.787/kg.

Bawang merah Rp 36.367/kg, bawang putih Rp 30.862/kg, gas elpiji Rp 19.758/tabung.
Hari ini, cabai keriting turun Rp 408 atau 1,25 persen, cabai besar turun Rp 721 atau 2,25 persen.

Cabai rawit merah turun Rp 1.061 atau 1,56 persen.
Telur ayam ras turun Rp 387 atau 1,38 persen, telur ayam kampung turun Rp 498 atau 1,07 persen.

Daging ayam ras turun Rp 223 atau 0,61 persen, daging ayam kampung turun Rp 1.038 atau 1,47 persen.
Fluktuasi ini menunjukkan bahwa harga sembako masih bergerak setiap hari, meskipun sebagian bahan lain relatif stabil.

Faktor Penyebab Perubahan Harga Sembako

Beberapa faktor mempengaruhi naik turunnya harga sembako di pasar.
Permintaan yang tinggi sementara pasokan terbatas biasanya membuat harga naik, sebaliknya pasokan lebih banyak dari permintaan menurunkan harga.

Cuaca ekstrem dan bencana alam dapat memengaruhi produksi pertanian.
Kekurangan pasokan akibat cuaca buruk menjadi salah satu penyebab kenaikan harga.

Kebijakan pemerintah, seperti impor, subsidi, dan pajak, turut memengaruhi harga.
Contohnya, pembatasan impor atau perubahan pajak dapat membuat harga bahan pokok bergerak naik atau turun.

Kenaikan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, dan upah pekerja meningkatkan biaya produksi.
Situasi ini memengaruhi harga akhir di pasar, termasuk distribusi ke daerah terpencil.

Fluktuasi nilai tukar mata uang juga bisa berdampak, terutama untuk barang impor.
Depresiasi rupiah menyebabkan harga bahan pokok impor menjadi lebih mahal, menekan harga di pasar lokal.

Inflasi tinggi cenderung memicu kenaikan harga sembako karena biaya barang dan jasa meningkat.
Kondisi ekonomi yang tidak stabil dan masalah distribusi seperti kemacetan atau pemogokan juga menimbulkan kenaikan harga sementara.

Berbagai faktor ini membuat pengawasan harga sembako menjadi penting untuk menjaga stabilitas pasar.
Harga bisa berbeda-beda di setiap pasar, sehingga masyarakat disarankan memantau informasi harian sebelum berbelanja.

Strategi Masyarakat Menghadapi Fluktuasi Harga

Membuat daftar belanja mingguan dapat membantu mengatur pengeluaran.
Dengan mengetahui harga terbaru, masyarakat bisa memilih bahan pokok yang lebih stabil harganya.

Membeli di pasar tradisional kadang lebih murah dibanding supermarket.
Selain itu, memanfaatkan promo dan diskon juga bisa membantu menekan biaya belanja.

Memperhatikan musim panen dapat memengaruhi harga bahan pokok tertentu.
Bahan seperti cabai dan bawang merah biasanya lebih murah saat musim panen tiba.

Memasak dengan bahan lokal dan musiman juga membantu menekan pengeluaran.
Masyarakat bisa lebih kreatif membuat menu hemat tanpa mengurangi gizi keluarga.

Pemantauan harga sembako harian menjadi bagian penting dalam perencanaan keuangan rumah tangga.
Dengan strategi tepat, fluktuasi harga tidak akan terlalu memberatkan pengeluaran sehari-hari.

Terkini