ADRO Siapkan Buyback Saham Hingga Rp4 Triliun untuk Tingkatkan Kepercayaan Investor dan Likuiditas

Jumat, 13 Maret 2026 | 11:15:09 WIB
ADRO Siapkan Buyback Saham Hingga Rp4 Triliun untuk Tingkatkan Kepercayaan Investor dan Likuiditas

JAKARTA - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) merencanakan pembelian kembali saham perseroan dengan nilai maksimum hingga Rp4 triliun. Rencana ini akan diajukan untuk persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 April 2026.

Corporate Secretary ADRO Maharani Cindy Opssedha menjelaskan, keterbukaan informasi ini dilakukan untuk publik sekaligus memenuhi ketentuan pasar modal. “Perseroan berencana melakukan pembelian kembali saham dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp4.000.000.000.000,” ujarnya, dikutip Kamis, 12 Maret 2026.

Pelaksanaan buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) secara bertahap dalam jangka waktu maksimal 12 bulan setelah RUPST menyetujui. Semua langkah ini mengikuti ketentuan POJK No. 29/2023 dan Pasal 37 ayat (1) Undang-Undang Perseroan Terbatas.

Perseroan menegaskan, jumlah nominal saham yang dibeli kembali tidak boleh melebihi 10% dari total modal ditempatkan. Selain itu, aksi ini tidak boleh membuat kekayaan bersih perseroan lebih kecil dari modal ditempatkan ditambah cadangan wajib.

Waktu Pelaksanaan dan Strategi Pasar

ADRO memperkirakan pelaksanaan buyback dapat dimulai pada 20 April 2026 jika RUPST menyetujui agenda tersebut. Manajemen menilai buyback memberikan fleksibilitas untuk memanfaatkan kondisi pasar selama periode pelaksanaan.

Langkah ini juga diharapkan meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan. Dengan demikian, harga saham dapat mencerminkan nilai fundamental perusahaan yang sebenarnya.

“Perseroan berharap dengan dilaksanakannya pembelian kembali saham dapat memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham,” ujar Maharani. Langkah ini juga diharapkan meningkatkan kepercayaan investor terhadap saham ADRO di pasar.

Pelaksanaan buyback dipastikan tidak akan berdampak negatif terhadap kinerja dan pendapatan perusahaan. Hal ini karena saldo laba dan arus kas perseroan cukup untuk mendanai aksi korporasi tersebut secara internal.

Sumber Dana dan Dampak Terhadap Aset

Dana untuk buyback sepenuhnya berasal dari kas internal perseroan. Jika seluruh dana dialokasikan, total aset dan ekuitas ADRO berpotensi berkurang hingga Rp4 triliun.

Pembelian kembali saham dilakukan di pasar reguler melalui BEI. Harga penawaran akan lebih rendah atau sama dengan harga transaksi sebelumnya sesuai ketentuan yang berlaku.

ADRO sebelumnya juga pernah melakukan buyback dalam kondisi pasar yang berfluktuasi. Pada periode 16 Mei–2 Juni 2025, perseroan membeli 33 juta saham atau sekitar 0,11% dari total modal disetor.

Realisasi Buyback Sebelumnya dan Total Saham Tercatat

Setelah memperoleh persetujuan pemegang saham pada 2 Juni 2025, ADRO melanjutkan program buyback selama 12 bulan sejak 3 Juni 2025. Hingga 28 Februari 2026, perseroan telah membeli 556,19 juta saham atau sekitar 1,89% dari total modal ditempatkan dan disetor.

Dengan tambahan buyback sebelumnya, total saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham per 28 Februari 2026 mencapai 589,19 juta saham. Jumlah ini setara dengan sekitar 2,005% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Manajemen menilai aksi buyback ini membantu harga saham lebih mencerminkan kondisi fundamental ADRO. Selain itu, program ini memperkuat fleksibilitas perseroan dalam menyesuaikan strategi modal sesuai dinamika pasar.

Dengan kombinasi buyback yang strategis dan dana internal yang kuat, ADRO menegaskan komitmen untuk memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham. Aksi ini juga menjadi sinyal positif bagi investor terkait likuiditas dan kepercayaan pasar terhadap saham perseroan.

Strategi buyback diharapkan mampu menstabilkan harga saham dan meningkatkan minat investor jangka panjang. Langkah ini juga menunjukkan kemampuan manajemen dalam memanfaatkan kondisi pasar untuk kepentingan pemegang saham.

Melalui program ini, ADRO menekankan pentingnya transparansi, kepatuhan terhadap regulasi, dan manajemen modal yang disiplin. Semua langkah tersebut membentuk fondasi yang kuat untuk pertumbuhan perseroan dan peningkatan nilai saham di masa depan.

Terkini