JAKARTA - Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat harga cabai rawit merah berada di angka Rp85.100 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam ras tercatat Rp40.800 per kilogram di tingkat pedagang eceran.
Data ini dirilis dari Jakarta, Selasa, pukul 09.35 WIB, menunjukkan fluktuasi harga pangan yang menjadi perhatian masyarakat. Tingginya harga cabai rawit merah tetap menjadi sorotan karena menjadi bahan pokok hampir setiap rumah tangga.
Harga Bawang dan Beras di Pasar Eceran
Bawang merah tercatat Rp47.750 per kilogram dan bawang putih Rp41.900 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas bawah I dijual Rp15.100 per kilogram dan kualitas bawah II Rp14.850 per kilogram.
Beras kualitas medium I dihargai Rp16.350 per kilogram, dan medium II Rp16.050 per kilogram. Beras kualitas super I mencapai Rp17.350 per kilogram, sedangkan super II Rp16.950 per kilogram.
Varian Cabai Lain dan Daging Sapi
Selain cabai rawit merah, cabai merah besar tercatat Rp47.300 per kilogram dan cabai merah keriting Rp52.200 per kilogram. Cabai rawit hijau dijual Rp39.000 per kilogram, tetap menjadi alternatif bagi konsumen yang mencari harga lebih terjangkau.
Untuk daging sapi, kualitas I tercatat Rp136.100 per kilogram, dan kualitas II Rp130.550 per kilogram. Kenaikan harga daging sapi kerap memengaruhi anggaran belanja rumah tangga yang rutin memasak di rumah.
Gula dan Minyak Goreng
Harga gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.850 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal Rp18.650 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng curah dijual Rp20.050 per liter, dan minyak goreng kemasan bermerek I Rp23.850 per liter.
Minyak goreng kemasan bermerek II berada di harga Rp22.000 per liter, menjadi pilihan masyarakat yang mempertimbangkan merek dan kualitas. Pergerakan harga gula dan minyak goreng menjadi indikator penting untuk memantau inflasi pangan nasional.
Harga Telur Ayam Ras dan Dampaknya
Telur ayam ras tercatat Rp33.650 per kilogram, sesuai data PIHPS terbaru. Fluktuasi harga telur turut memengaruhi kebutuhan rumah tangga dan industri makanan yang menggunakan bahan ini secara rutin.
Pemantauan harga pangan nasional ini menjadi acuan bagi pemerintah dan masyarakat untuk menyiapkan strategi pengendalian harga. Selain itu, informasi harga juga membantu pedagang merencanakan stok dan distribusi barang agar tetap stabil di pasaran.