IHSG Diproyeksikan Melemah Hari Ini, Saham BBRI dan ASII Berpotensi Jadi Pilihan Investor Aktif

Jumat, 06 Maret 2026 | 10:16:30 WIB
IHSG Diproyeksikan Melemah Hari Ini, Saham BBRI dan ASII Berpotensi Jadi Pilihan Investor Aktif

JAKARTA - PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) memprediksi IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak di kisaran support 7.661 hingga resistance 7.771 poin. Tren pergerakan diperkirakan melemah setelah sebelumnya menutup sesi dengan penguatan tipis.

Pergerakan IHSG dan Sentimen Investor

Pada perdagangan Kamis, IHSG ditutup di level 7.710 poin atau naik 1,76 persen. Penguatan didorong oleh saham sektor konsumsi siklikal 3,40 persen dan industri 2,80 persen, meski asing membukukan net sell sebesar Rp292,91 miliar.

Saham yang paling banyak dijual asing antara lain BBRI, TLKM, CUAN, BBNI, dan INCO. Reza Priyambada, analis Reliance Sekuritas, menyebut aksi beli saham terdiskon menjadi sentimen positif pasca tekanan akibat ketegangan Timur Tengah.

Analisis Teknis IHSG

Secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk white spinning top di bawah MA5 dan MA20. Indikator MACD dead cross juga menunjukkan potensi pelemahan dalam jangka pendek.

Kondisi ini memicu prediksi bahwa IHSG hari ini akan mengalami koreksi terbatas. Investor disarankan mencermati level support dan resistance untuk mengatur strategi trading.

Saham Pilihan Hari Ini: BBRI

BBRI diproyeksikan bergerak naik dengan target harga Rp4.200. Candle inverted hammer terakhir dan stochastic golden cross di area oversold menjadi indikator peluang kelanjutan kenaikan.

Level entry saham ini berada di Rp3.710–3.790, dengan support Rp3.560 dan stoploss Rp3.550. Resistance diproyeksikan di Rp3.870–3.980, memberikan potensi upside signifikan bagi trader aktif.

Saham Pilihan: ASII dan INDF

ASII menunjukkan potensi buy dengan target harga Rp7.100. Candle white spinning top dan stochastic golden cross menjadi indikasi peluang kenaikan lanjutan.

INDF berada di bawah MA5 dan MA20, namun white spinning top terakhir menandakan peluang rebound. Target harga saham ini diproyeksikan Rp6.975 dengan support di Rp5.900 dan stoploss Rp5.875.

Saham Pilihan: MINA

MINA diproyeksikan buy meski candle terakhir berbentuk black spinning top. Stochastic dead cross menunjukkan adanya potensi pergerakan lanjutan ke arah target Rp362.

Level entry saham MINA berada di Rp308–316 dengan support Rp296 dan stoploss Rp294. Resistance berada di Rp324–334, memberi ruang bagi investor untuk mengambil posisi strategis.

Strategi Investor Menghadapi Pelemahan IHSG

Investor disarankan tetap selektif dengan memilih saham berpotensi rebound. Fokus pada saham dengan sinyal teknikal positif dapat meminimalkan risiko koreksi pasar.

Koreksi IHSG saat ini bisa dimanfaatkan sebagai peluang membeli saham unggulan. Pemantauan candle, moving average, dan indikator stochastic menjadi kunci dalam menentukan timing entry yang tepat.

Prospek Pasar

IHSG diperkirakan melemah terbatas hari ini, namun saham seperti BBRI, ASII, INDF, dan MINA masih memberikan peluang positif. Strategi trading berbasis analisis teknikal dan pengelolaan risiko tetap menjadi langkah utama bagi investor di tengah volatilitas pasar.

Terkini