JAKARTA - Langkah menuju swasembada energi Indonesia tidak hanya menjadi wacana kebijakan, tetapi juga memerlukan aksi konkret dari pelaku industri strategis nasional. Dalam konteks tersebut, Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak implementasi Kebijakan Energi Nasional.
Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID kembali menegaskan komitmennya mendukung implementasi Kebijakan Energi Nasional (KEN) untuk mewujudkan swasembada energi Indonesia. Komitmen tersebut diperlihatkan melalui keterlibatan aktif dalam agenda sosialisasi regulasi terbaru yang menjadi fondasi arah energi nasional ke depan.
Komitmen dibuktikan di pelaksanaan Sosialisasi Perdana Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional yang diselenggarakan Dewan Energi Nasional (DEN) bersama MIND ID di Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan langkah strategis industri pertambangan nasional.
Kegiatan ini pun menjadi wujud sinergi dan kolaborasi antara pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan MIND ID bersama seluruh Anggota sebagai pelaksana strategis dalam mendukung swasembada energi, transisi energi, serta dekarbonisasi nasional. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat realisasi target energi berkelanjutan yang telah ditetapkan pemerintah.
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha menyampaikan, “Forum yang sangat penting bagi kita berkolaborasi.” Pernyataan tersebut menegaskan urgensi kerja sama lintas sektor dalam menghadapi tantangan ketahanan dan transisi energi nasional.
Peran Strategis MIND ID dalam Implementasi Kebijakan Energi Nasional
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin menegaskan, MIND ID siap menjalankan peran strategis dalam mendukung implementasi KEN. Kesiapan tersebut diwujudkan melalui berbagai inisiatif pengelolaan sumber daya mineral dan batu bara secara terintegrasi.
Melalui pengelolaan mineral dan batu bara yang dijalankan secara terintegrasi serta pengembangan berbagai proyek strategis oleh seluruh Anggota, MIND ID konsisten mendukung kemandirian, ketahanan dan transisi energi nasional. Upaya ini dilakukan agar Indonesia memiliki fondasi energi yang kuat dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan sosialisasi hari ini, Grup MIND ID menegaskan komitmen untuk mendukung implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 dengan mengikuti arah implementasi Rencana Umum Energi Nasional,” ujar Maroef. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa arah kebijakan perusahaan selaras dengan rencana strategis energi pemerintah.
Komitmen ini bukan hanya bersifat administratif, tetapi juga diwujudkan dalam langkah operasional yang nyata. Seluruh Anggota MIND ID diarahkan untuk mendukung agenda besar swasembada dan transisi energi nasional.
Optimalisasi Cadangan Batu Bara untuk Ketahanan Energi
Untuk mendukung swasembada energi, MIND ID melalui PT Bukit Asam Tbk telah menjalankan pengelolaan sumber daya dan cadangan batu bara secara optimal agar dapat terus mendukung agenda ketahanan energi jangka panjang. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga pasokan energi nasional tetap stabil.
Bukit Asam mengelola cadangan batu bara sekitar 2,88 miliar ton dan sumber daya 5,72 miliar ton, serta proaktif meningkatkan kapasitas produksi. Pengelolaan cadangan dan sumber daya tersebut dilakukan secara terukur agar memberikan manfaat maksimal bagi negara.
Peningkatan kapasitas dilaksanakan melalui pembangunan Coal Handling Facility (CHF) dan Train Loading Station (TLS) 6–7 yang akan menambah kapasitas angkutan hingga 20 juta ton per tahun. Dengan penambahan tersebut, produksi ditargetkan meningkat dari 43 juta ton menjadi lebih dari 60 juta ton per tahun.
Langkah ekspansi ini menunjukkan keseriusan dalam memperkuat ketahanan energi berbasis sumber daya domestik. Produksi yang meningkat diharapkan mampu menjawab kebutuhan energi nasional yang terus bertumbuh.
Optimalisasi produksi batu bara tetap dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip keberlanjutan. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan energi nasional yang menyeimbangkan kebutuhan energi dan aspek lingkungan.
Hilirisasi dan Penguatan Ekosistem Energi Terbarukan
Dalam agenda hilirisasi, MIND ID bersama seluruh Anggota mendukung pembentukan ekosistem industri baterai kendaraan listrik hingga energi storage yang dapat mewujudkan ekosistem industri energi terbarukan. Hilirisasi ini menjadi kunci dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia.
Mineral strategis seperti nikel, tembaga, bauksit, dan timah telah diproduksi dalam bentuk bahan baku yang sudah siap untuk diolah lebih lanjut oleh industri manufaktur. Ketersediaan bahan baku ini membuka peluang pengembangan industri dalam negeri yang lebih kompetitif.
Penguatan ekosistem industri baterai kendaraan listrik menjadi salah satu prioritas dalam mendukung transisi energi. Dengan memanfaatkan cadangan mineral strategis, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain utama dalam rantai pasok global.
“Kami tidak hanya berfokus pada optimalisasi produksi mineral dan batubara, tetapi juga pada peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi, penguatan rantai pasok domestik, efisiensi energi, serta pengembangan ekosistem industri berbasis energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” pungkas Maroef. Pernyataan ini menegaskan arah transformasi industri pertambangan menuju model bisnis yang lebih terintegrasi dan ramah lingkungan.
Langkah hilirisasi dan efisiensi energi menjadi bagian penting dalam mendukung dekarbonisasi nasional. Dengan demikian, MIND ID tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian target pengurangan emisi.
Melalui sinergi dengan pemerintah dan seluruh Anggota, implementasi PP Nomor 40 Tahun 2025 diharapkan berjalan efektif. Komitmen yang ditegaskan dalam sosialisasi ini menjadi landasan kuat bagi percepatan swasembada energi Indonesia.
Ke depan, kolaborasi yang erat antara regulator dan pelaku industri akan menjadi faktor penentu keberhasilan Kebijakan Energi Nasional. MIND ID menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan ketersediaan energi yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan bagi Indonesia.