BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Mencapai 5,11 Persen

Jumat, 06 Februari 2026 | 09:38:22 WIB
BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Mencapai 5,11 Persen

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai 5,11%. Angka ini meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar 5,03%.

Kenaikan tersebut menandakan pemulihan ekonomi yang terus berlanjut pasca pandemi. Pertumbuhan yang stabil juga memberikan sinyal positif bagi investor dan pelaku usaha domestik.

Kontribusi dan Pertumbuhan Ekonomi Pulau Jawa dan Sumatera

Pulau Jawa tetap menjadi penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Kontribusinya mencapai 56,93% dengan pertumbuhan sebesar 5,30%, menurut Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Kamis 5 Februari 2026.

Sementara itu, Pulau Sumatera menyumbang 22,22% dari PDB nasional dengan pertumbuhan ekonomi 4,81%. Angka ini menunjukkan peran signifikan Sumatera dalam mendukung stabilitas ekonomi nasional.

Pulau Jawa sebagai pusat industri dan jasa tetap menjadi motor penggerak utama ekonomi. Sedangkan Sumatera menguatkan basis ekonomi nasional melalui sektor pertanian dan sumber daya alam.

Kalimantan dan Sulawesi Catat Pertumbuhan Signifikan

Wilayah Kalimantan berkontribusi sebesar 8,12% terhadap PDB nasional dengan pertumbuhan 4,79%. Peningkatan ini didukung oleh sektor pertambangan, energi, dan industri pengolahan.

Sulawesi menempati posisi tertinggi dalam pertumbuhan ekonomi regional, yakni 6,23%. Kontribusinya terhadap PDB mencapai 7,22%, menjadikannya wilayah dengan pertumbuhan tercepat di antara pulau-pulau besar.

Pertumbuhan Sulawesi menunjukkan potensi ekonomi yang semakin menarik bagi investor lokal maupun asing. Hal ini juga mencerminkan diversifikasi ekonomi yang semakin merata di luar Jawa.

Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua Tumbuh Positif

Wilayah Bali dan Nusa Tenggara berkontribusi sebesar 2,82% terhadap PDB nasional dengan pertumbuhan 4,87%. Sektor pariwisata menjadi pendorong utama pertumbuhan di kedua wilayah ini.

Sementara itu, Maluku dan Papua memberikan kontribusi 2,69% dengan pertumbuhan ekonomi 1,44%. Meskipun pertumbuhan lebih rendah, kedua wilayah tetap menunjukkan pergerakan ekonomi positif di tengah keterbatasan infrastruktur.

Bali dan Nusa Tenggara terus mengandalkan pariwisata dan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Sedangkan Maluku dan Papua memerlukan dukungan investasi dan pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan lebih tinggi.

Tren Pertumbuhan Ekonomi Regional di Indonesia

Secara keseluruhan, seluruh wilayah Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi positif pada 2025. Sulawesi mencatat pertumbuhan tertinggi, sedangkan Maluku dan Papua mencatat pertumbuhan terendah tetapi tetap positif.

Data ini menunjukkan upaya pemerataan ekonomi mulai terlihat di luar Jawa. Pertumbuhan yang beragam di tiap wilayah memberikan peluang dan tantangan bagi pemerintah dalam perencanaan pembangunan nasional.

Peningkatan kontribusi ekonomi regional juga membuka ruang bagi investasi baru dan pengembangan sektor unggulan di berbagai daerah. Pemantauan terus-menerus terhadap pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional secara keseluruhan.

Dengan tren pertumbuhan yang positif, Indonesia berada pada jalur yang stabil menuju target pembangunan jangka menengah. Data BPS memberikan gambaran penting bagi pengambilan kebijakan fiskal, moneter, dan pembangunan wilayah di tahun-tahun mendatang.

Terkini