Bank Mandiri Perkuat Dampak Sosial dan Lingkungan Lewat 1.174 Program TJSL Sepanjang 2025

Rabu, 04 Februari 2026 | 09:31:31 WIB
Bank Mandiri Perkuat Dampak Sosial dan Lingkungan Lewat 1.174 Program TJSL Sepanjang 2025

JAKARTA - Bank Mandiri menegaskan komitmennya terhadap pembangunan nasional melalui pelaksanaan 1.174 program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sepanjang 2025. Program ini dijalankan secara terarah di 12 wilayah kerja, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pendekatan TJSL dirancang untuk menjawab kompleksitas pembangunan nasional dan dinamika global. Bank Mandiri memandang program ini sebagai fondasi untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan pemangku kepentingan.

Peran TJSL Sebagai Agen Pembangunan

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan TJSL adalah bagian tak terpisahkan dari peran perusahaan sebagai agen pembangunan. Program dijalankan dengan sinergi terintegrasi yang menghubungkan kepentingan bisnis, kebutuhan masyarakat, dan agenda pembangunan nasional.

"Dengan pendekatan ini, program TJSL tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga memperkuat keberlanjutan perusahaan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 Januari 2026.

Pelaksanaan TJSL dikelompokkan ke dalam empat pilar utama: sosial, lingkungan, ekonomi, serta hukum dan tata kelola. Keempat pilar ini menjadi kerangka agar program berjalan terarah, akuntabel, dan berdampak luas.

Fokus Pilar Sosial dan Lingkungan

Pilar sosial menjadi fokus terbesar dengan realisasi anggaran mencapai Rp142,5 miliar sepanjang 2025. Bank Mandiri menyalurkan lebih dari 371.000 paket bantuan sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Program ini meliputi pembangunan dan renovasi fasilitas pendidikan, pengadaan ambulans, serta bantuan tanggap darurat bagi korban bencana alam. Percepatan penurunan stunting juga dijalankan sesuai agenda prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pada pilar lingkungan, Bank Mandiri mengalokasikan anggaran Rp79,2 miliar untuk pelestarian lingkungan dan pembangunan infrastruktur dasar. Program mencakup fasilitas umum, sanitasi, akses air bersih, serta penguatan fasilitas sosial dan keagamaan.

Bank Mandiri juga mendukung pembangunan jalan umum dan saluran irigasi. Upaya ini sejalan dengan komitmen mitigasi perubahan iklim dan keberlanjutan sumber daya alam.

Penguatan Pilar Ekonomi dan Hukum

Melalui pilar ekonomi, anggaran Rp28 miliar digunakan untuk memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha. Fokus utama program adalah penguatan UMKM, literasi usaha, serta dukungan mobilitas masyarakat.

Ratusan pelatihan UMKM diselenggarakan untuk meningkatkan daya saing usaha di berbagai daerah. Bantuan rumah tidak layak huni juga diberikan sebagai kontribusi terhadap kualitas hunian masyarakat.

Riduan menegaskan, pilar ekonomi memastikan pertumbuhan inklusif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas. TJSL menjadi sarana mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata.

Pilar hukum dan tata kelola dijalankan untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan. Dengan realisasi anggaran Rp1,2 miliar, Bank Mandiri memastikan pelaporan program dilakukan secara terbuka melalui sustainability report dan publikasi kegiatan.

Kolaborasi dan Strategi Ke Depan

Keberhasilan TJSL tidak lepas dari kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi dengan pemerintah, komunitas, dan mitra strategis membuat program berjalan tepat sasaran dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ke depan, Bank Mandiri akan memperkuat TJSL dengan inovasi, digitalisasi, dan penguatan dampak program. Seluruh inisiatif diselaraskan dengan agenda pembangunan nasional, termasuk penguatan SDM, ketahanan ekonomi, dan pembangunan berwawasan lingkungan.

Riduan menekankan bahwa keunggulan berkelanjutan dicapai melalui komitmen konsisten dan kolaborasi yang kuat. Bank Mandiri akan terus menjadikan TJSL bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Terkini